top of page

Desain Rumah
8 x 14 Memanjang 
Bintaro

Klien arsitekrumah.com ini merupakan seorang eksekutif muda di perusahaan startup ternama. Beserta istri dan putri semata wayangnya membeli sebuah rumah second di kawasan Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan.

Lahan berukuran 8 meter x 20 meter dan klien memiliki kebutuhan antara lain :

Lantai 1 :

1. Ruang Keluarga

2. Dapur

3. Ruang Service Cuci dan Setrika

4. Ruang Tidur Utama denga Kamar Mandi Dalam

5. Kamar Tidur Tamu

Untuk Lantai 2 :

1. Ruang Tidur Anak

2. Musholla

3. Ruang Kerja

4. Kamar Mandi Luar

5. Kamar Tidur Asisten Rumah Tangga

6. Kamar Mandi Asisten

7. Ruang Jemur

8. Gudang

8 m X 20 m

 164 m2

ukuran & luas bangunan

budget

Rp 550 jt-an (exclude interior)

lokasi &

tahun pembangunan

Bintaro

2021

Existing

Desain Fasade depan rumah secara umum tidak banyak berubah dikarenakan peningkatan dari lantai 1 ke lantai 2 hanya dilakukan di setengah rumah ke belakang. Namun pada saat konstruksi, struktur atap depan rumah tetap harus dibongkar karena rangka existing rumah masih berupa rangka kayu. Setelah Renovasi selesai, seluruh atap rumah diupgrade menggunakan rangka baja ringan.

Desain Final

Review Kontraktor :

Pak Dian Adi

Konstruksi memakan waktu yang agak lama, sekitar 10-11 bulan, jauh meleset dari rencana awal yang hanya 6-7 Bulan. Hal ini lebih disebabkan karena kontraktor yang dipilih ternyata tidak fokus. Mandor (kepala tukangnya) bergantii 2-3 kali.  Pak Dian Adi sebagai PIC dari kontraktor pembangunan ini ternyata overload dengan pekerjaan-pekerjaan lain diluar proyek rumah ini. Sebuah pelajaran berharga, bahwa ketika kita memilih kontraktor atau mandor, yang levelnya belum terlalu besar , ada baiknya memilih yang sedang tidak mengerjakan di tempat lain agar lebih fokus. Kalaupun memilih kontraktor yang agak besar, pastikan timeline project kita start di akhir tahun dan selesai di tengah tahun. Karena load kerja kontraktor-kontraktor level menengah ini sangat tinggi sekali di akhir tahun menyebabkan proyek rumah ini menjadi tidak terhandle dengan baik. 

In the end, owner memutuskan untuk tidak menggunakan Kontraktor Pa Dian Adi, dikarenakan pekerjaan finishing yang sangat lambat dan menggantinya dengan tukang pribadi.

Di sini, kami menggunakan material atap onduline  type onduvilla. Alasan awalnya, tampilan lebih rapih dan estetik dibandingkan genteng keramik biasa. Namun belakangan baru diketahui, kalau material ini kalau terlalu sering terinjak, bentuknya melengkung meskipun tidak sampai pecah. Saran, jangan menyelesaikan secara keseluruhan bila masih ada area yang masih perlu dilalui tukang di area atap sehingga tidak tambal sulam kebelakangnya. Selain itu, awalnya secara harga tampak lebih murah. Namun setelah dihitung dengan biaya pemasangan, cost per m2 di tahun 2020 mencapai hampir Rp 200.000 per m2, yang pada akhirnya tidak terlalu jauh dengan genteng keramik.

Desain Terbangun

Posisi pintu dari desain fasad rumah sebelumnya langsung membuka kearah depan dirasa kurang nyaman. Desain Pintu masuk kami buat agak menyamping. Hal ini memberikan privasi lebih, dikarenakan istri dari owner rumah ini sering berada di rumah dan berhijab.

 

 

Dapur dan Teras Open Space